PERINTIS KEMERDEKAAN,(GM)-
Kota Bandung kembali digegerkan dengan ditemukannya sebuah paket berisi rangkaian bom, yang disimpan pelaku di semak-semak pinggir Masjid Persis, Jln. Perintis Kemerdekaan (Viaduct) No. 2 Bandung, Jumat (25/3) siang.
Sebelumnya paket serupa ditemukan di sebuah pos polisi di Jln. Asia Afrika, Simpang Lima, Kota Bandung, dua minggu lalu. Paket bom kali ini ditujukan kepada Ketua PP Persis, Prof. Maman Abdurahman. Namun siapa pengirimnya, tak ada alamat jelas.
Berdasarkan data yang diperoleh "GM" di lapangan, paket tersebut pertama kali ditemukan Entis (40), seorang tukang cendol yang saat itu sedang menjajakan dagangannya sekitar pukul 11.00 WIB. Entis menemukan paket tersebut di semak-semak bawah pohon palem di luar Masjid Persis.
Entis pun melaporkan temuannya kepada Saeful Mujab (30), keamanan Kantor Pusat Dakwah PP Persis. Setelah melihatnya, Saeful tidak berani membawa paket tersebut dan melaporkannya pada Endang Sunarya (40), Kepala Koordinator Keamanan Kantor PP Dakwah Persis.
"Awalnya, kotak hitam itu ditemukan tukang cendol, lalu dia melapor ke anak buah saya. Selanjutnya, saya memindahkan benda tersebut ke atas batu di pinggir pos jaga," kata Endang kepada wartawan di lokasi.
Menurut Endang, di atas paket tersebut tertulis untuk siapa paket ditujukan, yaitu Ketua Persis, Prof. Maman Abdurahman. Bahkan sebelum dilaporkan ke polisi, terlebih dulu dirinya melaporkan temuan itu kepada Ketua Persis, Maman melalui telepon.
Namun karena Maman tidak merasa memesan apa pun, apalagi paket, ia langsung melaporkannya ke polisi. "Saya tambah curiga dan melaporkan penemuan itu ke Mapolsekta Sumur Bandung," ujarnya.
Selanjutnya, petugas dari Polrestabes Bandung dan Polsektabes Sumur Bandung tiba dan mengamankan lokasi. Meskipun ada teror, Masjid Persis tetap digunakan masyarakat sekitar untuk salat Jumat.
Namun polisi memasang garis polisi di sekitar paket yang ditemukan dan memblokir Jln. Perintis Kemerdekaan yang menuju arah balai kota. Setelah para jemaah selesai menunaikan salat Jumat, polisi melakukan sterilisasi area sekitar masjid.
Dampak dari ditemukannya paket berisi bom tersebut, jalan di sekitar Perintis Kemerdekaan mengalami kemacetan cukup panjang. Bahkan tim Gegana Polda Jabar pun berjalan kaki menuju lokasi.
Rakitan bom
Sekitar pukul 14.00 WIB, tim Gegana Polda Jabar tiba. Tim yang berjumlah 10 orang itu menyisir lokasi serta menghalau masyarakat yang mendekat. Kurang lebih 30 menit mereka memeriksa paket tersebut. Hasilnya ternyata di dalamnya terdapat benda-benda mencurigakan, yaitu kelengkapan perakitan sebuah bom.
Seorang tim Gegana yang menggunakan pakaian antibahan peledak atau body armor kemudian membungkus paket tersebut menggunakan selimut khusus dan menyimpannya di dalam bungker di belakang mobil tim Gegana.
Benda tersebut dibawa ke Lapangan Saparua karena tempat ditemukannya paket berdekatan dengan jembatan rel KA dan ramai. "Sehingga demi keamanan dan keleluasaan tim Gegana memutuskan memeriksa bom tersebut di Lapangan Saparua," kata Kasubag Humas Polrestabes Bandung, Kompol Endang Sri Wahyu Utami di lokasi kejadian.
Saat kendaraan Gegana Polda Jabar memasuki Lapangan Saparua dengan membawa paket yang diduga bom, kontan ratusan orang yang tengah berolahraga bubar sekaligus ingin tahu.
Hampir 30 menit petugas menjinakkan dan mencoba membuka paket mencurigakan tersebut. Seorang petugas dengan pakaian lengkap antipeledak bahkan mengeceknya dua kali. Pertama ia menurunkan paket tersebut dari bungker, lalu membawanya ke tengah lapangan.
Setelah itu, ia membuat lubang untuk "menanam" paket tersebut. Tidak lama kemudian, petugas membuka paket dan menguraikannya. Setelah clear, akhirnya tim identifikasi Polrestabes Bandung dan Polda Jabar mengambil benda-benda yang terdapat di dalam paket tersebut.
"Di dalam paket tersebut dua lampu neon, paralon, korek api gas untuk pemicu, dan timer berupa jam. Itu memang rangkaian bom tapi tidak ada bahan peledaknya," terang Endang. Kini isi paket tengah diperiksa, apakah terdapat sidik jari yang menempel. (B.115)**